
[Ali Imran: 190-191] “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
Salah satu bukti yang menunjukkan bahwa alam semesta ini diciptakan, kita dapati pada fenomena atom. Semua atom semesta tersusun dari ‘rangkaian listrik’ negatif dan positif. Yang positif dinamakan proton dan yang negatif dinamakan elektron. Biji atom yang memiliki kandungan lebih dari itu memiliki bagian netral yang dinamakan neutron. Proton dan neutron membentuk biji atom. Adapun elekton membentuk bagian yang bergerak bagi biji ini. Ia bergerak di sekitarnya dengan kecepatan tinggi dalam bentuk gerakan memutar. Karena kecepatannya yang tinggi dalam gerakan elektron ini, elektron itu terus berada dalam gerakan tersebut. Jika tidak ada gerakan ini niscaya inti atom akan menarik bagian electron ini. Saat itu, terjadilah keanehan. Dalam kondisi seperti itu, suatu benda sebesar bumi ini menciut menjadi sebesar telur ayam. Ruang kosong amat besar dalam dunia atom. Materi inti hanyalah menempati ruang yang sangat kecil dari ruang kosong biji atom yang luas itu. Ini karena jarak antara biji dan elektron yang berputar di sekitarnya adalah seperti jauhnya antara matahari dan planet-planet yang berputar mengelilinginya.
Dari kajian ringkas tentang atom ini, kita sampai pada kesimpulan berikut:
a. Elektron dalam sebagian besar atom (meski tidak seluruhnya) dalam kondisi selalu bergerak memutar
b. Tidak ada dalil dalam wujud ini yang menunjukkan bahwa ada kemungkinan lain bagi kondisi elektron itu yang pernah ia alami. Karena jika hal itu ada, niscaya kita memerlukan adanya penggerak yang membuat elektron-elektron bergerak setelah sebelumnya diam dan membuat atom-atom membesar setelah sebelumnya menciut kecil
c.Seluruh alam semesta ini terdiri atas atom yang sama bahkan dari unsur yang sama. Gerakan yang kita temukan dalam elektron ini kita temukan juga dalam semua benda di angkasa.
Setelah fakta-fakta ini, dapat dikatakan bahwa sesuatu yang bulat (termasuk bumi) pastilah mempunyai titik awal tertentu baik zaman (ruang) maupun tempat, untuk memulai gerakannya. Karena elektron dan seluruh benda berada dalam gerakan memutar dan karena gerakan ini tidak diketahui kapan dimulainya, seperti yang kita lihat pastilah ada awalan masa dan tempat bagi gerakan elektron ini. Awalan ini pada hakikatnya adalah awal wujud atom-atom itu sendiri. Dengan begitu, kita berkesimpulan bahwa semesta ini memiliki awalan, permulaan keberadaaanya, dan Pencipta yang menciptakannya dari ketiadaan. Ini karena dari sesuatu yang tidak ada, tidak mungkin dihasilkan sesuatu yang ada.

0 comments:
Post a Comment