Inilah rejekiku, hari ini..
Apa yang telah dititipkanNya padaku hari ini, inilah rejekiku
Keluarga yang alhamdulillah masih utuh dan menyayangiku, inilah rejekiku
Seorang adek yang sholehah yang menyayangiku sampai hari ini,inilah rejekiku
Nasi goreng buatan kakak iparku hari ini sebagai menu sarapanku, inilah rejekiku
Beginilah hari ini,
Ku coba untuk merasakan dan mensyukuri semua yang ku miliki dan ku peroleh hari ini
Karena mungkin, besok aku tak dapatkan seperti ini,
Karena mungkin, titipan Allah padaku hari ini diambilNya besok,
Atau mungkin Allah menambahnya besok,
Beginilah hari ini,
Ada beberapa masalah yang sama sedang ku hadapi
Tentang perkuliahanku yang sempat tertunda, tentang penelitianku yang belum ada ide,
Tentang mama yang terbaring sakit, tentangku yang belum sembuh juga,
Tentang progres ku yang nol, tentang manajemen waktuku yang kacau,
Tentang aku yang masih tertatih2 untuk mencintaiNya, untuk takut padaNya dan untuk ridhoku atas takdirNya.
Inilah rejekiku hari ini,
Alhamdulillah, semoga aku selalu menjadi manusia yang bersyukur dan bersabar, amiin.
Sunday, November 22, 2009
Saturday, November 21, 2009
Buat mereka semua ku dedikasikan perasaan ini...
Hari ini hujan gerimis, mengundang semua perasaan yang sempat tertahan untuk sekian lama mengingatkanku akan apa2 yang telah ku lewati sampai sekarang hingga aku seperti sekarang ini.
Ba'da syukur alhamdulillah, akan ku dedikasikan perasaan sayang, rindu, kagum, bahagia dan terimakasih untuk:
1. Mama, seorang wanita yang cerdas, cantik dan berseri-seri wajahnya, mandiri, sabar,lembut, penyayang, pemaaf,selalu menjaga wudhu dan shalat di awal waktu, selalu shalat dluha dan qiyamul lail. Mama yang sekarang ini sedang berjuang melawan penyakitnya. Ketika mama setiap harinya menangis, ku tahu itu bukan karena mama lemah tapi karena penyempitan syaraf di otak yang membuat mama sulit mengontrol emosi dan hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Mamaku sayang, cepat sembuh ya, amiin.
2. Adekku Indah tersayang, seorang akhwat yang sholehah, lembut, peka, dewasa, mandiri,selalu penuh dengan kemanjaan, kerinduan. seorang adik yang membuatku belajar menjadi kakak dan belajar mencintai Allah. Seorang sahabat yang menemaniku saat ini, menguatkan dan begitu menyayangiku dan menemaniku di saat2 sulit ini.
Dek sayang, semoga sayang Allah selalu bertambah2 untukmu, amiin.
3. Pak Khairurrijal, seorang dosen, pembimbing dan orangtua di kampusku. Mengajariku tentang pengalaman2 hidupnya, tentang fisika material dan seluk beluk riset. Dengannya, aku bisa menulis jurnal, ikut seminar, belajar buat soal olimpiade dan menjadi asisten tutor layaknya seorang dosen beneran di depan kelas. Jazakallahu Pak!
4. Adik2 unikom yang berhasil menaklukkan hatiku. Adinda semua, semoga hati2 kita selalu terikat karena mahabbah padaNya,amiin.
5. Temen2 satu forum perbaikan diri. Semoga hati2 kita selalu terikat karena mahabbah padaNya,amiin.
5. Temen2 kuliah: Mas Sahrul, Agus, Teh Ade,Teh Fatimah, Teh Nila dan Kang Fourier.
6. Penghuni perpustakaan : Teh Melva dan Adit.
7. Adik2 boy: Ahmad dan Robi.
8. Adik2 berseragam putih: Endah dan Fitri
Beberapa nama di masa lalu yang insyaAllah masih terikat sampai sekarang. Mereka semua telah ku bingkai emas di hati ini:
1. Uni Tuti tersayang, seorang wanita yang cerdas, mandiri, lembut, sangat bertanggung jawab pada keluarga dan menjadi teladan dalam baktinya pada orangtua. Seorang yang menjadi sahabat bagiku 2 tahun ke belakang, tempat ku berkasih sayang dan menyatakan dengan tulus bahwa aku adalah adiknya selamanya. Seorang yang mengajariku tentang kerendah hatian, kelembutan dan menjadi seorang "perempuan". Uni sayang,semoga uni selalu bahagia dunia akhirat, amiin.
2. Sederetan sahabat2ku : Ukhti Wida, seorang akhwat militan, tangguh dan begitu takutnya pada Allah. Seorang sahabat yang menguatkan, memberi support, tausyiah penyemangat dan solusi dalam setiap curhatku.Melihatnya saja sudah membuatku tergetar dengan keistiqomahan ketawadhuannya.Sahabat yang menyadarkanku tentang berpikir dan bertindak besar dalam hidup. Ukh, semoga Allah semakin menyayangimu, amiin. Juga buat ukhti Euis yang membuatku belajar tentang kesederhanaan dan tempat bercerita. Ukh, semoga berkah dan ridhoNya selalu untukmu dan keluarga, amiin. Buat ukhti Dika yang membuat ku terkagum dengan kesungguhannya untuk belajar Al-Qur'an dan serius menghafal untuk kuliah. Buat ukhti Manda yang menjadi sahabat dan trigger untuk lebih baik. Untuk ukhti Odah yang dalam semalam membuatku banyak berpikir dan terinspirasi untuk projek anak yatim, hafalan Quran dan mendelete "kriteria fisicly". Ukhti Silo yang menjadi teman seperjuangan. Luh chitra yang membuatku terkagum2 akan pandangannya yang cerdas dan kritis, benar2 berbeda dan berkualitas. Lesly, Sesq, Rida, Omah, Nongky, Dwi dan semuanya yang membuatku kagum.
3. Buat Syaikhul tarbiyah yang menjadi teladan dan wasilah perbaikan diri. Jazakumullah khairan katsira.
4. Seseorang yang pernah datang memberi harapan dan kebahagiaan sekaligus meninggalkan pelajaran dan kesedihan. Semoga Allah memberikan yang terbaik buatnya.
5. Seseorang yang setia menemani, pemberi nasihat, semangat, support, kebahagiaan dan doa. Maafkan aku ya. Semoga selalu istiqomah, amiin.
6. Soulmate waktu SMU : Yuli, Siska, Citra, Olive, Riki. Semoga kita menjadi lebih baik hendaknya, amiin.
Terimakasih untuk saudara2ku semua di bumi Allah ini yang tidak mungkin disebutkan satu per satu.
Ba'da syukur alhamdulillah, akan ku dedikasikan perasaan sayang, rindu, kagum, bahagia dan terimakasih untuk:
1. Mama, seorang wanita yang cerdas, cantik dan berseri-seri wajahnya, mandiri, sabar,lembut, penyayang, pemaaf,selalu menjaga wudhu dan shalat di awal waktu, selalu shalat dluha dan qiyamul lail. Mama yang sekarang ini sedang berjuang melawan penyakitnya. Ketika mama setiap harinya menangis, ku tahu itu bukan karena mama lemah tapi karena penyempitan syaraf di otak yang membuat mama sulit mengontrol emosi dan hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Mamaku sayang, cepat sembuh ya, amiin.
2. Adekku Indah tersayang, seorang akhwat yang sholehah, lembut, peka, dewasa, mandiri,selalu penuh dengan kemanjaan, kerinduan. seorang adik yang membuatku belajar menjadi kakak dan belajar mencintai Allah. Seorang sahabat yang menemaniku saat ini, menguatkan dan begitu menyayangiku dan menemaniku di saat2 sulit ini.
Dek sayang, semoga sayang Allah selalu bertambah2 untukmu, amiin.
3. Pak Khairurrijal, seorang dosen, pembimbing dan orangtua di kampusku. Mengajariku tentang pengalaman2 hidupnya, tentang fisika material dan seluk beluk riset. Dengannya, aku bisa menulis jurnal, ikut seminar, belajar buat soal olimpiade dan menjadi asisten tutor layaknya seorang dosen beneran di depan kelas. Jazakallahu Pak!
4. Adik2 unikom yang berhasil menaklukkan hatiku. Adinda semua, semoga hati2 kita selalu terikat karena mahabbah padaNya,amiin.
5. Temen2 satu forum perbaikan diri. Semoga hati2 kita selalu terikat karena mahabbah padaNya,amiin.
5. Temen2 kuliah: Mas Sahrul, Agus, Teh Ade,Teh Fatimah, Teh Nila dan Kang Fourier.
6. Penghuni perpustakaan : Teh Melva dan Adit.
7. Adik2 boy: Ahmad dan Robi.
8. Adik2 berseragam putih: Endah dan Fitri
Beberapa nama di masa lalu yang insyaAllah masih terikat sampai sekarang. Mereka semua telah ku bingkai emas di hati ini:
1. Uni Tuti tersayang, seorang wanita yang cerdas, mandiri, lembut, sangat bertanggung jawab pada keluarga dan menjadi teladan dalam baktinya pada orangtua. Seorang yang menjadi sahabat bagiku 2 tahun ke belakang, tempat ku berkasih sayang dan menyatakan dengan tulus bahwa aku adalah adiknya selamanya. Seorang yang mengajariku tentang kerendah hatian, kelembutan dan menjadi seorang "perempuan". Uni sayang,semoga uni selalu bahagia dunia akhirat, amiin.
2. Sederetan sahabat2ku : Ukhti Wida, seorang akhwat militan, tangguh dan begitu takutnya pada Allah. Seorang sahabat yang menguatkan, memberi support, tausyiah penyemangat dan solusi dalam setiap curhatku.Melihatnya saja sudah membuatku tergetar dengan keistiqomahan ketawadhuannya.Sahabat yang menyadarkanku tentang berpikir dan bertindak besar dalam hidup. Ukh, semoga Allah semakin menyayangimu, amiin. Juga buat ukhti Euis yang membuatku belajar tentang kesederhanaan dan tempat bercerita. Ukh, semoga berkah dan ridhoNya selalu untukmu dan keluarga, amiin. Buat ukhti Dika yang membuat ku terkagum dengan kesungguhannya untuk belajar Al-Qur'an dan serius menghafal untuk kuliah. Buat ukhti Manda yang menjadi sahabat dan trigger untuk lebih baik. Untuk ukhti Odah yang dalam semalam membuatku banyak berpikir dan terinspirasi untuk projek anak yatim, hafalan Quran dan mendelete "kriteria fisicly". Ukhti Silo yang menjadi teman seperjuangan. Luh chitra yang membuatku terkagum2 akan pandangannya yang cerdas dan kritis, benar2 berbeda dan berkualitas. Lesly, Sesq, Rida, Omah, Nongky, Dwi dan semuanya yang membuatku kagum.
3. Buat Syaikhul tarbiyah yang menjadi teladan dan wasilah perbaikan diri. Jazakumullah khairan katsira.
4. Seseorang yang pernah datang memberi harapan dan kebahagiaan sekaligus meninggalkan pelajaran dan kesedihan. Semoga Allah memberikan yang terbaik buatnya.
5. Seseorang yang setia menemani, pemberi nasihat, semangat, support, kebahagiaan dan doa. Maafkan aku ya. Semoga selalu istiqomah, amiin.
6. Soulmate waktu SMU : Yuli, Siska, Citra, Olive, Riki. Semoga kita menjadi lebih baik hendaknya, amiin.
Terimakasih untuk saudara2ku semua di bumi Allah ini yang tidak mungkin disebutkan satu per satu.
Saturday, October 17, 2009
Dek, aku ini sedang belajar
Dek, aku ini sedang belajar
Belajar islam dari seorang akhwat yang shalehah
Dek, kakakmu ini sedang berkaca
Berkaca dari kecantikan akhlak dan kebeningan hati seorang akhwat yang lembut
Dek, aku ini sedang malu
Lantaran umur yang sudah tak muda ini tak sebanding dengan kedewasaan akhwat itu
Dek, kakak belajar banyak hal dari akhwat itu..
Tentang ketawadhu'annya, kemandiriannya, militansinya
Dek, betapa kakak kagum
Ketika memandangnya, pesona keakhwatannya terpancar jelas dalam balutan hijabnya yang rapi.
Dek, cerita-cerita akhwat itu mengingatkanku pada diriku,
Tentang kesia-siaan yang ku perbuat, tentang kegersangan iman ini
Dek, tadi malam akhwat itu bercerita padaku,
Aku jadi belajar tentang cinta pada Allah
Dek, aku ingin sepertinya dalam setiap kebaikan yang ia miliki.
Dek.., aku ceritakan ini padamu..,
Karena akhwat itu adalah dirimu Dek!
Seorang akhwat yang telah menjadi sahabat, saudari dan guruku,
Dan sungguh, ia adalah kamu Dek!
Dek, doakan kakakmu ini ya Dek,
Saat adek bermanja-manja padaku,
Saat adek begitu perhatian padaku,
Saat-saat itu selalu aku rindukan,
Karena aku suka semua yang ada padamu, Dek
Semoga kerinduan ini dapat terobati ketika do'a2 tulus kita saling terucap..
Dek, makasi banyak ya buat semuanya
Hanya Allah yang bisa membalas semuanya:)
Belajar islam dari seorang akhwat yang shalehah
Dek, kakakmu ini sedang berkaca
Berkaca dari kecantikan akhlak dan kebeningan hati seorang akhwat yang lembut
Dek, aku ini sedang malu
Lantaran umur yang sudah tak muda ini tak sebanding dengan kedewasaan akhwat itu
Dek, kakak belajar banyak hal dari akhwat itu..
Tentang ketawadhu'annya, kemandiriannya, militansinya
Dek, betapa kakak kagum
Ketika memandangnya, pesona keakhwatannya terpancar jelas dalam balutan hijabnya yang rapi.
Dek, cerita-cerita akhwat itu mengingatkanku pada diriku,
Tentang kesia-siaan yang ku perbuat, tentang kegersangan iman ini
Dek, tadi malam akhwat itu bercerita padaku,
Aku jadi belajar tentang cinta pada Allah
Dek, aku ingin sepertinya dalam setiap kebaikan yang ia miliki.
Dek.., aku ceritakan ini padamu..,
Karena akhwat itu adalah dirimu Dek!
Seorang akhwat yang telah menjadi sahabat, saudari dan guruku,
Dan sungguh, ia adalah kamu Dek!
Dek, doakan kakakmu ini ya Dek,
Saat adek bermanja-manja padaku,
Saat adek begitu perhatian padaku,
Saat-saat itu selalu aku rindukan,
Karena aku suka semua yang ada padamu, Dek
Semoga kerinduan ini dapat terobati ketika do'a2 tulus kita saling terucap..
Dek, makasi banyak ya buat semuanya
Hanya Allah yang bisa membalas semuanya:)
Tuesday, October 6, 2009
Menikmati Hidup (part 2)
Jika dalam posting sebelumnya aku menikmati hidup dengan mencoba memaknai hal2 sederhana.., akhirnya aku menyadari bahwa menikmati hidup itu tak lain adalah dengan bersyukur:)Bersyukur secara dinamis yaitu dengan mengoptimalkan kemampuan diri melalui aktivitas yang positif sekaligus menyenangkan. Hm, sekalian juga menghilangkan kejenuhan dan meruntuhkan tembok pesimisme. Singkatnya, aku sedang menjalani tiga aktivitas baru yang positif, sesuatu yang aku anggap sulit tapi aku suka sebenarnya.
Alhamdulillah, aku memulai aktivitas baru itu pertama kali di pekan ini. Ku bulatkan tekad untuk menekankan bahwa aku bisa lho. Walau awalnya grogi dan khawatir juga tapi alhamdulillah setelah dijalani, sungguh sangat jauh dari prasangka-ku. Sungguh menyenangkan! Aku berharap dengan ini bisa belajar memanage aktivitas lebih efisien, istiqomah dalam kebaikan dan memperbaiki diri. Semua ini dalam kerangka menikmati hidup dengan belajar hal2 yang baru "something new" sambil bisa enjoy
(happy2 an). Itung2 ke depan bisa jadi hobby baru,betapa menyenangkan!!
Alhamdulillah, aku memulai aktivitas baru itu pertama kali di pekan ini. Ku bulatkan tekad untuk menekankan bahwa aku bisa lho. Walau awalnya grogi dan khawatir juga tapi alhamdulillah setelah dijalani, sungguh sangat jauh dari prasangka-ku. Sungguh menyenangkan! Aku berharap dengan ini bisa belajar memanage aktivitas lebih efisien, istiqomah dalam kebaikan dan memperbaiki diri. Semua ini dalam kerangka menikmati hidup dengan belajar hal2 yang baru "something new" sambil bisa enjoy
(happy2 an). Itung2 ke depan bisa jadi hobby baru,betapa menyenangkan!!
Saturday, October 3, 2009
Gempa
Awalnya pengen nulis tentang gempa dan ngebahas dari sisi fisika kebumian. Tentang pergerakan lempeng2 eurosia dan indoaustralia yang pertemuannya di sepanjang pantai sumatera, selat sunda sampe pesisir selatan jawa. Dan.., pengen ngebahas analisa bahwa :(gempa2 di Nias, Aceh, Bengkulu, Jogya bahkan terkhir sebelum gempa di Padang, yaitu gempa Tasikmalaya). Semua ini menjadi pemicu gempa dahsyat lainnya seperti di Padang pada Rabu jam 17.16 WIB.
Namun demikian, lagi2 aku tak begitu tertarik ngebahas dari segi ilmiah (fisika), selain krn bukan bidangnya juga karena aku lebih tertarik mengambil pelajaran dr semua ini sesuai dengan kadar pemikiran ku yang terbatas ini.
Aku merasa bahwa mungkin saatnya kita disadarkan dengan kekuasaan Allah. Selama ini masyarakat kita sangat takut dan phobia dengan tsunami, betapa tidak, efeknya begitu dahsyat seperti yang terjadi di Aceh. Lha kok ngebahas tsunami ya?
Iya.., aku melihat bahwa ketakutan secara jamaah pada masyarakat kita terhadap tsunami ini sudah melebihi ketakutan kita terhadap Allah. Bayang-bayang tsunami di Aceh dulu, begitu menghantui dan yang terbayang pastinya adalah ajal yang menjemput. Nah, dengan adanya gempa di Padang kemarin, saya melihat bahwa Allah sedang memberi kita pelajaran bahwa "hantu" tsunami itu tak seharusnya lebih kita takutkan daripada Allah. Kita harusnya lebih takut akan pedihnya adzab Allah, tsunami itu hanya alat Allah bukan? Nah, buktinya dengan gempa saja toh sudah bisa merengut nyawa saudara2 kita begitu banyak, Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un.
Artinya, yang merengut nyawa kita itu bukan tsunami-nya lho tapi Allah lewat gempa. Ya, jangan sampai pula gempa itu menjadi "hantu" kedua kita, lantaran gempa ini telah merengut nyawa saudara2 kita.
Allahu akbar, begitu besarnya kekuasaan Allah. Jika sudah begini, kita benar2 tidak bisa berharap kecuali pada Allah. Allah tempat bergantung!
Wallahu a'lam bishawab.
Turut berduka cita untuk semua saudara2 kita di Padang, semoga kita selalu dalam kesabaran dan keridhoan Allah selalu, amiin.
Namun demikian, lagi2 aku tak begitu tertarik ngebahas dari segi ilmiah (fisika), selain krn bukan bidangnya juga karena aku lebih tertarik mengambil pelajaran dr semua ini sesuai dengan kadar pemikiran ku yang terbatas ini.
Aku merasa bahwa mungkin saatnya kita disadarkan dengan kekuasaan Allah. Selama ini masyarakat kita sangat takut dan phobia dengan tsunami, betapa tidak, efeknya begitu dahsyat seperti yang terjadi di Aceh. Lha kok ngebahas tsunami ya?
Iya.., aku melihat bahwa ketakutan secara jamaah pada masyarakat kita terhadap tsunami ini sudah melebihi ketakutan kita terhadap Allah. Bayang-bayang tsunami di Aceh dulu, begitu menghantui dan yang terbayang pastinya adalah ajal yang menjemput. Nah, dengan adanya gempa di Padang kemarin, saya melihat bahwa Allah sedang memberi kita pelajaran bahwa "hantu" tsunami itu tak seharusnya lebih kita takutkan daripada Allah. Kita harusnya lebih takut akan pedihnya adzab Allah, tsunami itu hanya alat Allah bukan? Nah, buktinya dengan gempa saja toh sudah bisa merengut nyawa saudara2 kita begitu banyak, Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un.
Artinya, yang merengut nyawa kita itu bukan tsunami-nya lho tapi Allah lewat gempa. Ya, jangan sampai pula gempa itu menjadi "hantu" kedua kita, lantaran gempa ini telah merengut nyawa saudara2 kita.
Allahu akbar, begitu besarnya kekuasaan Allah. Jika sudah begini, kita benar2 tidak bisa berharap kecuali pada Allah. Allah tempat bergantung!
Wallahu a'lam bishawab.
Turut berduka cita untuk semua saudara2 kita di Padang, semoga kita selalu dalam kesabaran dan keridhoan Allah selalu, amiin.
Thursday, September 17, 2009
Menikmati Hidup
Alhamdulillah, setelah memaknai kegagalan ini, seperti posting sebelumnya, sekarang aku lebih bisa menikmati hidup merasakan luar biasanya setiap hal-hal kecil. Seperti memperhatikan kegiatan corat-coret yang dilakukan adik kecil ku (keponakan) di sela-sela ceramah tarawih dan merasakan keharuan yang mendalam ketika ia begitu memperhatikan ku, bercerita tentang apa yang ku lakukan tempo hari padanya dan perasaan senangnya padaku:) Pun ketika aku pulang tarawih dan menyantap nasi dengan sambel hijau yang biasanya lewat begitu saja di kerongkonganku, sekarang begitu terasa nikmatnya, luar biasa! Alhamdulillah, agaknya inilah contoh kecil menghargai dan menikmati hidup.
Alhamdulillah, aku merasa ketenangan dan kenikmatan beribadah. Begitu meresapi setiap hal-hal yang telah dan sedang ku lakukan. Ya Allah betapa aku ingin selalu memiliki hati yang lembut dan selalu mengingatMu. Hati yang tenang dan mudah tersentuh dengan kebaikan dan hal-hal kecil sekalipun. Amiin.
Alhamdulillah, aku merasa ketenangan dan kenikmatan beribadah. Begitu meresapi setiap hal-hal yang telah dan sedang ku lakukan. Ya Allah betapa aku ingin selalu memiliki hati yang lembut dan selalu mengingatMu. Hati yang tenang dan mudah tersentuh dengan kebaikan dan hal-hal kecil sekalipun. Amiin.
Sunday, September 13, 2009
Cinta adalah cinta
Aku mencoba menulis sedikit tentang cinta
Tak hendak menciptakan revolusi baru tentang cinta,
Tapi hanya sekedar berpikir sangat general, sangat sederhana
tentang cinta.
Cinta itu..
sekalipun ditempatkan pada tempat yang salah,
dialamatkan pada tujuan yang keliru,
dikemas dalam kepura-puraan,
dan diterjemahkan dengan salah,
Namun cinta adalah cinta ketika berbentuk kebaikan!
Bukanlah cinta..
Jika ditawarkan dalam bentuk kekerasan,
Sekalipun cinta dapat berbalik menjadi musuh
Ketika ditempatkan pada tempat yang salah,
dialamatkan pada tujuan yang keliru,
dikemas dalam kepura-puraan,
dan diterjemahkan dengan salah.
Maka cinta..
Bagi setiap yang menghargai kebaikan
Sadarilah, bahwa cinta itu baik!
Hanya dikenal dalam bentuk kebaikan
Maka jangan menodai kebaikan
dengan penempatan yang salah, tujuan yang keliru, kepura-puraan dan terjemahan yang salah.
Tak hendak menciptakan revolusi baru tentang cinta,
Tapi hanya sekedar berpikir sangat general, sangat sederhana
tentang cinta.
Cinta itu..
sekalipun ditempatkan pada tempat yang salah,
dialamatkan pada tujuan yang keliru,
dikemas dalam kepura-puraan,
dan diterjemahkan dengan salah,
Namun cinta adalah cinta ketika berbentuk kebaikan!
Bukanlah cinta..
Jika ditawarkan dalam bentuk kekerasan,
Sekalipun cinta dapat berbalik menjadi musuh
Ketika ditempatkan pada tempat yang salah,
dialamatkan pada tujuan yang keliru,
dikemas dalam kepura-puraan,
dan diterjemahkan dengan salah.
Maka cinta..
Bagi setiap yang menghargai kebaikan
Sadarilah, bahwa cinta itu baik!
Hanya dikenal dalam bentuk kebaikan
Maka jangan menodai kebaikan
dengan penempatan yang salah, tujuan yang keliru, kepura-puraan dan terjemahan yang salah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
